Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengatakan virus flu H1N1 telah menginfeksi lebih dari 2000 orang sedunia.
WHO mengatakan flu tersebut telah menyebar ke 23 negara, meskipun sebagian besar kasus terjadi di Meksiko dan Amerika.
Kamis pagi melalui video link Dirjen ad interim WHO, Keiji Fukuda memberi tahu para pejabat kesehatan Asia di Bangkok, bahwa WHO tidak tahu seberapa parah penyebaran wabah itu nantinya. Ia memperingatkan virus tersebut bisa lebih ganas tahun ini sewaktu musim flu di belahan bumi utara.
Jika flu itu berubah menjadi pandemi, kata Fukuda sepertiga populasi dunia sebanyak 2 milyar orang bisa terinfeksi.
Amerika telah mengkonfirmasi sekitar 900 kasus flu babi sementara Meksiko melaporkan lebih 1000 kasus.(09.50)
KOREA UTARA
Korea Utara bertekad untuk memperkuat persenjataan nuklirnya karena pihaknya yakin bahwa tidak ada gunanya berbicara dengan Amerika Serikat.
Media pemerintah Korea Utara melaporkan hari Jumat, seorang pejabat kementerian luar negeri mengatakan tidak ada yang diperoleh kalau duduk berbicara dengan para anggota pemerintahan Presiden Amerika Barack Obama.
Laporan tadi mengatakan Korea Utara telah mengkaji masa 100 hari pemerintahan Obama, dan menyimpulkan bahwa kebijakan pemerintah Amerika yang sekarang terhadap Korea Utara masih bermusuhan.

Komentar Korea Utara itu dikeluarkan sementara utusan khusus Obama, Stephen Bosworth, sedang melakukan perlawatan di kawasan itu dalam usaha membujuk Pyongyang supaya datang kembali ke meja perundingan.
Bosworth tiba di Beijing, Tiongkok, hari Kamis, persinggahan pertama perlawatannya di kawasan itu, dimana ia menyatakan kesediaan Amerika Serikat berbicara dengan Utara. Bosworth pergi ke Korea Selatan hari ini untuk berbicara lagi mengenai kemacetan perundingan tentang program senjata nuklir Korea Utara.(20.00)