New York - Penembakan massal lagi-lagi terjadi di AS. Kali ini terjadi di gedung pusat kewarganegaraan American Civic Association di Binghamton, New York. Pelaku menargetkan para imigran yang ingin mengejar kehidupan baru di Amerika. Mereka sedang bersiap mengikuti tes kewarganegaraan AS.
Bersenjatakan dua pistol, pelaku memasuki gedung pada Jumat, 3 April sekitar pukul 10.30 waktu setempat.
Begitu melewati pintu, dia langsung menembak. Seorang resepsionis tewas seketika. Satu resepsionis lainnya juga terkena tembakan namun dia berpura-pura mati. Dia kemudian menelepon nomor darurat melalui telepon genggamnya. Wanita itu termasuk di antara empat korban luka yang saat ini kondisinya kritis.
Pelaku kemudian masuk ke sebuah ruang kelas tempat diadakannya tes kewarganegaraan AS. Di sana sejumlah imigran sedang bersiap untuk mengikuti tes menjadi warga negara AS. Penembak langsung menembak membabi-buta. Korban jiwa pun berjatuhan.
Sebanyak 14 orang dipastikan tewas di dalam gedung tersebut, termasuk pelaku. Sebanyak 37 orang lainnya yang berada di gedung itu berhasil selamat. Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Binghamton, Joseph Zikuski, seperti dilansir AFP, Sabtu (4/4/2009).
"Kami mengeluarkan dengan selamat 37 orang. Empat orang yang kami keluarkan terluka. Keempatnya tercatat dalam kondisi kritis," kata Zikuski.
Gubernur New York David Paterson mengatakan, para korban berada di gedung itu untuk mengejar impian mereka menjadi warga AS. "Impian Amerika itu masih ada dan kita semua warga Amerika akan mencoba menyembuhkan luka yang sangat, sangat dalam di Kota Binghamton ini," tandas Paterson.
Media setempat melaporkan, para korban kebanyakan berasal dari Vietnam. Kepolisian belum bisa memastikan motif penembakan brutal ini. Identitas pelaku juga belum dirilis. Namun dia diyakini berasal dari Vietnam.
KOREA UTARA - MISIL BALISTIK
Utusan Amerika ke perundingan enam pihak tentang denuklirisasi Korea Utara mengatakan Pyongyang akan menghadapi konsekuensi bila tetap meneruskan uji coba misil, yang hendak dilaksanakan sedini hari Sabtu ini.
Di Washington, hari Jumat, Stephen Bosworth mengatakan peluncuran itu akan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang Korea Utara memiliki aktivitas misil balistik. Namun dia mengatakan Washington akan tetap berkomitmen pada pembicaraan enam pihak dan akan mengadakan kontak bilateral dengan Pyongyang.

Berbicara di Paris, Presiden Amerika Barack Obama menyerukan agar Korea Utara menghentikan rencana provokatif untuk meluncurkan roket itu.
Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak mengatakan ia memperkirakan Korea Utara akan meluncurkan roket jarak jauhnya hari Sabtu ini bila cuaca baik. Hari Jumat Lee mengatakan di London bahwa peluncuran itu tidak akan menguntungkan Pyongyang.

Korea Utara mengatakan akan meluncurkan satelit komunikasi antara hari Sabtu ini dan Rabu mendatang.
Namun sejumlah negara tetangganya dan Amerika yakin Korea Utara ingin menguji misil balistik jarak jauhnya.
BAKU TEMBAK THAILAND DAN KAMBOJA
Kamboja mengatakan tentara Thailand dan Kamboja tembak-menembak Jumat pagi di daerah yang disengketakan.
Para pejabat Kamboja mengatakan pertempuran itu mulai setelah tentara Thailand memasuki wilayah Kamboja.
Seorang tentara Kamboja di daerah perbatasan mengatakan kepada wartawan hari Kamis bahwa komandannya memerintahkan pasukan melepaskan tembakan kalau tentara Thailand memasuki lagi wilayah Kamboja.
Perintah yang dilaporkan itu dikeluarkan setelah kaki seorang tentara Thailand hancur hari Kamis dalam ledakan ranjau di daerah sengketa.
Kamboja mengatakan tentara Thailand itu adalah bagian dari sekelompok tentara yang menyeberang masuk kira-kira 600 meter kedalam wilayah Kamboja.
Para pejabat militer Thailand mengatakan tentara tersebut berada di daerah yang disengketakan dekat kuil Hindu abad ke-11.
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen memperingatkan hari Selasa pertempuran bakal terjadi kalau pasukan Thailand memasuki lagi wilayah Kamboja.