Google

BERITA FLASH TERCEPAT TERKINI AKURAT TERPERCAYA



DALAM NEGERI

Jakarta - Tanggul Situ Gintung jebol. Bahaya yang mengancam warga yang tinggal di sekitar lokasi tidak berhenti sampai di sini. Jebolnya tanggul membuat air hujan tidak lagi tertampung.

Banjir pun menjadi ancaman baru untuk warga. Pemerintah khususnya pemerintah daerah harus segera tanggap dan mencegah agar keselamatan warga tidak kembali terancam.


"Situ itu bisa menampung 1 juta meter kubik. Kalau itu tidak tertampung ya lagi-lagi warga terancam," kata Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Slamet Daroyni.




Tanggul Situ Gintung yang jebol. Derasnya air juga membuat tanah di sekitar tanggul tergerus air dan longsor.




FINANSIAL

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tajam di akhir pekan ini dan menjadi jawara di tingkat regional. Transaksi saham berlangsung ramai dengan aksi beli yang tinggi pada saham-saham unggulan.

Investor lokal dan asing menyerbu saham-saham unggulan di sektor infrastruktur, tambang dan bank. Animo beli investor cukup tinggi di akhir pekan ini.

IHSG melejit di tengah variatifnya bursa saham regional seperti Hang Seng naik 0,07%, KOSPI turun 0,51%, Nikkei turun 0,11%, Shanghai naik 0,54%, STI Singapura turun 0,85% dan Taiwan naik 0,8%.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat (27/3/2009) IHSG melonjak 42,772 poin (3,01%) menjadi 1.462,745. Pada sesi satu, IHSG menguat 43,327 poin (3,05%) menjadi 1.463,300.

Indeks LQ-45 naik 9,904 poin (3,53%) menjadi 290,160 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 9,899 poin (4,26%) menjadi 242,224.

Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 69.488 kali, dengan volume 3,082 miliar unit saham, senilai Rp 2,204 triliun. Sebanyak 117 saham naik, 36 saham turun dan 58 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 40 menjadi Rp 840, Telkom (TLKM) naik Rp 500 menjadi Rp 7.600, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 menjadi Rp 7.100, Astra International (ASII) naik Rp 550 menjadi Rp 15.800, Indosat (ISAT) naik Rp 125 menjadi Rp 4.725 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 4.475.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain, Lautan Luas (LTLS) turun Rp 30 menjadi Rp 940, Jasa Marga (JSMR) turun Rp 10 menjadi Rp 920 dan Matahari Putra Prima (MPPA) turun Rp 30 menjadi Rp 560.


DUNIA

OKYO - Jepang mengambil posisi tegas dengan siap mencegat usaha peluncuran rudal Korea Utara, jika rudal tersebut merambah wilayahnya.

Juru bicara Pemerintah Jepang Takeo Kawamura kemarin menyampaikan, Jepang menaruh perhatian tinggi terhadap upaya pencegatan atas rencana peluncuran rudal Korut yang dijadwalkan dilakukan pada 4-8 April mendatang. Meski belum melakukan tindakan, Parlemen Jepang dijadwalkan segera membuat keputusan final atas rencana tersebut.

"Kami ingin menjaga keamanan dan keselamatan penduduk kami dan menyadarkan usaha Korut," ujar Kawamura. Pyongyang sebelumnya mengatakan akan meluncurkan satelit komunikasi. Namun, Seoul dan Washington meyakini bahwa yang akan diluncurkan Korut adalah rudal jarak jauh Taepodong-2.

Jepang, yang membangun sistem rudal pertahanan bersama Amerika Serikat, telah mengeluarkan peringatan siap menembak setiap rudal yang memasuki wilayah teritorial mereka. Usaha Jepang mencegat upaya peluncuran Korut juga dipertegas laporan yang ditulis kantor berita Kyodo. Kyodo menyampaikan, Pemerintah Jepang mungkin akan memerintahkan Menteri Pertahanan Yasukazu Hamada untuk menyiapkan rencana mereka.

Kyodo menyebutkan, Jepang kemungkinan akan menempatkan rudal penghancur Patriot Advance Capability-3 di wilayah utara Akita dan daerah administrasi Iwate. Jepang juga akan memasang dua Aegis penghancur dengan standar rudal balistik 3, yang juga memiliki fungsi sebagai rudal penghancur.

Satu akan ditempatkan di Laut Jepang dan satunya lagi ditempatkan di Samudera Pasifik, di mana akan berkoordinasi dengan militer AS. Rencana Jepang mendapat persetujuan dari partai pemerintah. Aso Liberal Democratic Party dan koalisinya New Komeito menyampaikan sikap positif atas rencana tersebut.

Pemimpin New Komeito Akihiro Ota mengatakan, "Berdasarkan Self-Defence Forces Law, kami punya hak untuk melakukannya. Dan kami harus melakukan banyak persiapan."
kembali ke atas... if want in English Language please email me or leave comment, thanks, Kalau ingin memuat artikel email ya, please email to add article for this blog thanks, song_kuan@telkom.net or Peoplecares@gmail.com