Google

BERITA FLASH TERCEPAT TERPENTING AKURAT TERPERCAYA DAN CEPAT

24 Maret 2009

NEW YORK, - Bursa saham Wall Stret, pada Senin (23/3) waktu setempat, melambung setelah mendapat berita baik dari sektor perbankan dan perumahan AS.

Indeks Dow Jones industrial Average melonjak 497,48 poin atau 6,8 persen ke posisi 7.775,86. Hal ini merupakan kenaikan poin terbesar dalam empat bulan terakhir, yang dicapai oleh indeks yang terdiri dari 30 saham blue chips tersebut.

Sementara indikator Wall Street yang lebih luas juga melaju di jalur positif. seperti indeks Standard & Poor’s 500 yang melompat 7,1 persen (54,38 poin) pada 822,92, sehingga melewati level psikologis pada 800. Adapun indeks komposit Nasdaq melejit 6,8 persen (98,50 poin) menjadi 1.555,77.

Pemerintah AS mengumumkan rencana pemulihan ekonominya dengan menolong bank-bank AS untuk menghilangkan aset-aset busuk dari pembukuan mereka. Untuk program ini Departemen Keuangan AS mempersiapkan 700 miliar dollar AS dan juga mendapat bantuan dari bank sentral AS, Federal Reserve.

Sementara di sektor perumahan, National Association of Realtors menunjukan adanya peningkatan penjualan rumah pada bulan Februari dan lebih baik dari yang diperkirakan.




Saham-saham di Wall Street kembali didera profit taking di akhir pekan. Saham-saham sektor finansial kembali mendapat tekanan.

Pada perdagangan Jumat (20/3/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 122,42 poin (1,65%) ke level 7.278,38. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 15,50 poin (1,98%) ke level 768,54 dan Nasdaq melemah 26,21 poin (1,77%) ke level 1.457,27.

Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (21/3/2009), indeks Dow Jones sepanjang pekan ini naik 0,75%, S&P 500 naik 1,58 dan Nasdaq naik 1,80%.

Saham-saham sektor finansial paling ramai diperdagangkan dan bergerak melemah. Saham Bank of America merosot 10,7%, American Expres turun 6,2%.

Sementara Chevron menjadi salah satu pemicu pelemahan Dow Jones, dengan mencatat penurunan 3,6%. Penurunan harga saham Chevron terjadi setelah harga minyak turun lagi meski masih di level US$ 51 per barel.

Kontrak utama minyak jenis light pengiriman April turun 55 sen ke level US$ 51,06 per barel. Sementara di London, minyak jenis Brent naik 55 sen menjadi US$ 51,22 per barel.

Perdagangan berjalan dengan sangat ramai, di New York Stock Exchange mencpai 2,47 miliar atau di atas rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,46 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.

Dolar Catat Kinerja Mingguan Terburuk

Sementara dolar AS berhasil membaik posisinya pada Jumat kemarin. Namun secara mingguan, dolar AS mencatat penurunan terbesar sejak 1985.

Pelemahan dolar AS terjadi setelah Federal Reserve mengumumkan rencana untuk membeli surat utang pemerintah atau US Treasury jangka penjang, yang memunculkan kekhawatiran akan tergerusnya dolar AS.

Pada perdagangan Jumat kemarin, euro melemah 0,7% ke 1,3563 dolar setelah sempat mencapai titik tertinggi di 1,3737 dolar. Dolar AS juga menguat atas yen ke [ososo 95,87 yen. Namun secara total yen menguat hingga 2,2% sepanjang pekan ini.
kembali ke atas... if want in English Language please email me or leave comment, thanks, Kalau ingin memuat artikel email ya, please email to add article for this blog thanks, song_kuan@telkom.net or Peoplecares@gmail.com