
Bojonegoro -
Ratusan warga Bojonegoro masih terlihat antusias melihat dari dekat lokasi tabrakan maut antara KA Antaboga dengan KA Rajawali. Mereka penasaran dengan peristiwa yang membuat dua orang tewas, dan 26 orang luka-luka.
uwandi (35), warga Desa Sumberrejo yang rumahnya berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi kecelakaan ini mngaku penasaran dengan kejadian yang menurutnya sangat spektakuler. "Saya penasaran mas, meski kemarin malam sudah ke sini tapi gelap sehingga tidak jelas. Makanya saya ke sini lagi," katanya kepada detiksurabaya di lokasi, Sabtu (24/1/2009).
Hal yang sama juga dilakukan Wahyuni (23), mahasiswa Univeristas Sunan Giri Bojonegoro. Dia juga penasaran dengan kejadian tabrakan kereta api yang menurutnya pertama kali terjadi di Kota Ledre.
"Jadi penasaran mas, karena pemberitaan di koran mau pun televisi kok kelihatan ngeri. Selain itu saya juga baru dengar tadi pagi. Makanya saya ke sini ingin melihatnya langsung," jelasnya.
Sementara itu, dari pengamatan , sejak pagi masyarakat masih terlihat hilir mudik memenuhi lokasi kecelakaan yang berada di timur Stasiun Kapas, Bojonegoro. Sedangkan, arus perjalanan kereta api terlihat normal.
Bahkan, dua kereta api penumpang dari Jakarta sudah melintas, meski harus berjalan perlahan. Pasalnya jarak KA penolong yang melakukan evakuasi sangat dekat. Bahkan KA Kertajaya harus berhenti sejenak untuk menunggu kereta penolong selesai melakukan pengangkatan roda untuk dipinggirkan