Diberitakan bahwa Korea Utara mencoba sebuah peluru kendali tipe baru yang mampu menjangkau Pulau Guam AS dan Australia.
Rudal tersebut mampu mencapai jarak 3.000 kilometer.
Rudal itu diyakini sama dengan tipe rudal yang dipamerkan dalam sebuah parade militer di Korut pada 2007.
Korut juga diyakini tengah menyiapkan uji tembak rudal balistik versi jarak jauh Taepodong-2.
Korea Utara menguji coba setidaknya 6 peluru kendali, termasuk peluru kendali Taepodong-2, di tengah berbagai peringatan dari beberapa negara.
Pejabat Amerika Serikat mengatakan peluru kendali Taepodong --yang diduga mampu mencapai Alaska-- gagal lepas landas sementara peluru kendali lain jatuh di laut Jepang.
Amerika Serikat menganggap uji coba ini 'provokatif', dan Jepang mengancam akan menerapkan sanksi.
Dewan Keamanan PBB juga akan menggelar pertemuan darurat hari Rabu untuk membahas perkembangan paling baru.
Sidang tertutup DK PBB itu diminta oleh Jepang, yang menyatakan sedang berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain tentang uji coba peluru kendali itu.

Militer Jepang dan Korea Selatan siaga penuh saat uji coba, dan harga saham jatuh di dua negara itu.
Kecaman keras
Sejauh ini belum ada pernyataan dari Pyongyang tentang uji coba tersebut, namun beberapa negara segera mengecam pemerintah Korea Utara.
Di Amerika Serikat, pejabat departemen luar negeri mengatakan uji coba itu adalah 'aksi provokasi'.
Korea Utara kembali menunjukkan, mereka mengasingkan diri mereka sendiri
Tony Snow, jubir Gedung Putih
"Amerika Serikat mengecam keras peluncuran peluru kendali ini, dan keengganan Korea Utara untuk menanggapi desakan komunitas internasional untuk menahan diri," tutur Tony Snow, juru bicara Gedung Putih.
Snow mengatakan, peluncuran itu "menunjukkan maksud Korea Utara untuk mengintimidasi negara lain". Selain itu Snow menegaskan, Washington akan melakukan tindakan untuk melindungi diri dan sekutu-sekutunya.
Presiden Amerika Serikat George W. Bush melakukan konsultasi dengan jajaran penasihat diplomatik dan pertahanan, dan mengirim wakil menteri luar negeri ke wilayah tersebut.
Jepang -salah satu pengkritik paling keras Korea Utara-, dan berada dalam jangkauan peluru kendali Pyongyang, mengecam keras uji coba ini.
"Ini adalah masalah serius untuk perdamaian dan stabilitas, tidak hanya untuk Jepang namun juga untuk dunia internasional,"tutur Kepala Sekretaris Kabinet Shinzo Abe.
Menteri luar negeri Taro Aso menambahkan, ada kemungkinan besar negaranya akan menerapkan sanksi ekonomi kepada Korea Utara. Jepang sendiri sebelumnya sudah mengumumkan pelarangan mendarat bagi ferry-ferry Korea Utara.
Di Korea Selatan -yang sedang getol mengkampanyekan rekonsiliasi dengan Utara- pemerintah menggelar rapat kabinet darurat segera setelah uji coba itu digelar.
Pengunjuk rasa membakar bendera Korea Utara
Banyak muncul protes di berbagai negara
Penasihat presiden Korea Selatan Suh Choo-suk mengatakan, uji coba ini bisa memicu perlombaan senjata di Asia Timur Laut dan mengancam keamanan.
Korea Selatan selama ini menentang penerapan sanksi, namun beberapa hari teakhir mereka memperingatkan akan kemungkinan pemotongan bantuan makanan ke Utara, bila uji coba itu terus dilaksanakan.
Berbagai analis mengatakan, uji coba peluncuran rudal ini -yang pertama bagi Korea Utara menguji coba rudal jarak jauh sejak moratorium 1999- juga akan merusak prospek perundingan internasional yang mandek tentang program nuklir Korea Utara.
Peningkatan kesiagaan
Menurut pejabat Amerika Serikat, Korea Utara menembakkan setidaknya enam peluru kendali dalam periode empat jam, yang dimulai pukul 18.30 GMT.
Korea Selatan memastikan lima dari enam peluru kendali itu adalah versi jarak menengah dari rudal Soviet jenis Scud. Rudal ke enam adalah Taepodong-2 untuk jarak jauh.
Peluru kendali jarak menengah, yang mampu terbang beberapa ratus kilometer, semuanya mendarat dengan baik di laut Jepang.
Rudal Taepodong 2 jatuh 42 detik setelah diluncurkan, menurut sumber-sumber Amerika Serikat.
Amerika Serikat dan tetangga-tetangga Korea Utara meningkatkan kesiagaan beberapa minggu terakhir, menyusul kecurigaan bahwa Pyongyang akan meluncurkan rudal Taepodong-2, yang mampu terbang sejauh 6.000 km, sehingga mampu mencapai daratan Amerika Serikat.
Wartawan BBC di Seoul, Charles Scanlon melaporkan, Korea Utara beberapa waktu terakhir terlihat berada di bawah tekanan dan merasa tidak diindahkan, sementara Amerika Serikat menolak untuk merundingkan tuntutan Korea Utara dalam rencana program nuklir mereka.
Perundingan atas isu kapabilitas nuklir Korea Utara sudah berjalan lama dan saat ini macet, dimana perundingan berkali-kali ditunda karena Washington dan Pyongyang tidak juga sepakat tentang dasar-dasar perundingan.
Korea Selatan mungkin akan melihat uji coba mereka sebagai cara mengambil perhaian dan memecahkan kemacetan diplomatik.
Korea Selatan sepakat dengan Jepang tahun 2002 untuk menghentikan sementara uji coba peluru kendali, dan hal ini kembali dipastikan dua tahun lalu.
Korea Utara terakhir menguji coba peluru kendali adalah tahun 1998, saat menguji coba rudal Taepodong-1 yang melintas di atas Jepang Utara.
CHINA
Dunia membaik tahun depan
PM Jiabao
Menurut PM Jiabao percaya diri penting untuk perbaiki ekonomi
Perdana Menteri Cina, Wen Jiabao, memperkirakan ekonomi Cina dan seluruh dunia akan membaik tahun depan.
Dia menegaskan hal tersebut dalam jumpa pers di Beijing seusai berakhirnya Kongres Rakyat Nasional, NPC, yang merupakan parlemen Cina.
Setiap tahunnya, jumpa pers tersebut merupakan satu-satunya kesempatan yang diberikan perdana menteri untuk menjawab pertanyaan para wartawan.
Dalam pidato sebelumnya, dia menjelaskan bahwa dalam kongres NPC tersebut, setidaknya 3000 delegasi NPC telah menyetujui perencanaan pemerintah dalam mengatasi krisis ekonomi.
"Yang utama dan penting kami butuhkan saat ini adalah rasa kepercayaan diri yang kuat." ujar PM Jiabao.
"Hanya dengan percaya diri kita bisa menjadi berani dan kuat, serta dengan keberanian dan kekuatan itulah kita semua dapat mengatasi semua kesulitan," tambahnya.
Tahun tersulit
Sebelumnya, pada November tahun lalu, dia telah mengumumkan program stimulus ekonomi pemerintah sebesar US$ 585 miliar.
Yang utama dan penting kami butuhkan saat ini adalah rasa kepercayaan diri yang kuat
PM Wen Jiabao
Dari total dana stimulus ekonomi itu, PM Jiabao mengatakan sebesar 1,18 triliun Yuan (sekitar US$ 172 miliar), akan dipakai pemerintah pusat untuk program kesejahteraan rakyat, inovasi teknologi, perlindungan lingkungan dan proyek-proyek infrastuktur.
Dengan adanya stimulus itu pemerintah Cina mentargetkan pertumbuhan ekonomi tahunan akan naik sebesar 8%, dan berharap tingkat konsumsi masyarakat meningkat.
Sementara itu wartawan BBC di Cina mengatakan Partai Komunis Cina saat ini kuatir bila pertumbuhan ekonomi dibawah 8%, maka akan muncul gejolak sosial.
Pada pembukaan kongres 9 hari lalu, PM Jiabao sempat mengatakan bahwa tahun ini akan menjadi tahun yang tersulit bagi Cina.
Keamanan investasi Cina
Dalam konperensi pers Hari Jumat, Jiabao mengatakan target pertumbuhan akan sulit dicapai tapi masih memungkinkan.
Pernyataan ini muncul 2 hari setelah angka resmi mengungkapkan ekspor Cina anjlok lebih dari seperempat pada Bulan Februari dibanding tahun lalu menjadi US$ 64,9 milyat.
Wen menambahkan kekuatiran tentang keamanan cadangan Cina yang ditanam dalam obligasi pemerintah Amerika Serikat.
"Tentu saja kita memikirkan keamanan dari asset-asset kita. Terus terang, saya agak kuatir," tambahnya.
Hampir setengah dari cadangan Cina, yang total bernilai sekitar US$ 2 triliun, ditanam di surat-surat berharga Departemen Keuangan Amerika maupun milik lembaga-lembaga yang berkaitan dengan pemerintah, menurut kantor berita AP.

"Kami sangat tertarik pada perkembangan dalam perekonomian Amerika," kata Wen.
"Presiden Obama sudah memberlakukan langkah baru untuk menghadapi krisis keuangan dan kami mempunyai harapan dari lagkah-langkah itu."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar