Google

Bentrokan TNI dan POLRI

Konflik TNI-Polri Terjadi karena Pemikiran Masa Lalu Ramadhian Fadillah -

Jakarta - Bentrokan Polisi dan TNI kembali terjadi untuk yang kesekian kalinya. Bentrokan antar abdi negara ini seharusnya tidak perlu terjadi jika kedua belah pihak saling menaruh hormat atas tugas dan fungsi masing-masing."Biasanya yang lebih dulu menyerang itu TNI, walau ada beberapa yang lebih dulu polisi," ujar pengamat kepolisian Adrianus Meliala saat dihubungi detikcom, Minggu, (13/7/2008).Adrian menjelaskan latar belakang itu lebih kepada perspektif pemikiran. Banyak oknum TNI yang merasa Polri lebih lemah dan tidak berhak menindak anggota TNI. Dulu saat Polri dan TNI bersatu, posisi Polri memang cenderung lebih dianakbungsukan dari pada TNI yang lebih dominan."Mereka masih berfikir saat dulu TNI dan Polri masih disatukan," ungkap kriminolog asal UI ini.Perseteruan antara TNI dan Polri pun rata-rata karena hal yang sepele. Jarang perseteruan terjadi akibat rebutan 'lahan usaha' sebagaimana sering dituduhkan. Memang ada latar belakan seperti ini, tapi jumlahnya kecil."Biasanya karena hal kecil seperti tidak terima ditilang, disenggol atau hal sepele lainnya. Karena merasa lebih hebat tidak terima," jelasnya.Sebagai solusi, harus ada kontrol ketat kepada anggota TNI oleh komandan satuannya. Para perwira menengah (pamen) dan perwira tinggi (pati) pun harus memberi contoh yang terpuji pada anak buahnya."Yang disayangkan, masih banyak perwira yang membanggakan kelakuannya yang tidak terpuji di masa lalu," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

kembali ke atas... if want in English Language please email me or leave comment, thanks, Kalau ingin memuat artikel email ya, please email to add article for this blog thanks, song_kuan@telkom.net or Peoplecares@gmail.com