10 Tentara Kamboja Rayakan Waisak di Vihara Bandung
Andri Haryanto - detikBandung
Bandung - Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Waisak di Vihara Budha Gaya, Jalan Kelenteng, Bandung, diikuti oleh ribuan jemaat yang jumlahnya hampir mencapai target panitia. Tak hanya itu, vihara terbesar di Kota Bandung itu juga didatangi oleh 10 tentara Kamboja yang mengikuti perayaan.
Wulan dewi, koordinator penerima tamu vihara mengaku merasa kaget karena jumlah jemaat pada perayaan waisak ke 2552 BE (Budhis Era-red) mendekati target yang ditentukan panitia. "Dari target 1500 jemaat yang datang 1200 orang. Jumlah ini sangat banyak, berbeda dengan tahun-tahun lalu yang tidak pernah membludak seperti sekarang ini," jelasnya usai upacara perayaan, Selasa (20/5/2008).
Pantauan detikbandung, jemaat tidak tertampung di dalam vihara sehingga jemaat membludak hingga halaman. Tak hanya jumlah jemaatnya yang membuat perayaan Waisak kali ini istimewa, perayaan tahun ini pula vihara didatangi jemaat dari luar, yaitu 10 anggota Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (ABKK). Mereka mengenakan pakaian tentara loreng hijau.
Menurut salah seorang tentara ABKK, Leng Vanny (25), dia bersama sembilan orang temannya yang lain tengah latihan di markas Kopasus di Batujajar. "Awalnya kami kebingungan mau berdoa dimana, tapi pelatih memberitahu kami vihara disini," ujarnya dengan bahasa Inggris.
Leng Vanny mengaku mereka sudah berada di Indonesia selama tiga bulan untuk latihan. "Kami akan ikuti pelatihan selama 1 tahun. 7 bulan latihan komando dan 4 bulan latihan perasut," jelasnya.
Sementara itu anggota tentara Kamboja lainnya, Phat Peh Peng mengaku senang bisa merayakan Waisak di Bandung. "Saya sangat senang di vihara ini. Ini pertama kali saya berdoa disini. Tidak ada perbedaan perayaan waisak di negara saya maupun di sini, sama saja. Kita semua berdoa untuk kakek, nenek, ayah, ibu, kakak ataupun adik yang sudah meninggal," kata dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar